Rabu, 04 Juli 2012

Arti Sebenarnya dari Mimpi Anda

Oleh Allure Magazine | Healthy Living

Judith Newman, Allure Magazine

Pernahkah Anda terbangun dari tidur dengan bercucuran keringat setelah merasa bahwa gigi Anda copot atau Anda berjalan masuk kelas Bahasa Inggris dengan telanjang bulat? Apa sebenarnya arti dari mimpi-mimpi tersebut? Kita bertanya kepada ahlinya.

Mimpi: Gigi copot


Mungkin mimpi yang paling banyak disalahartikan.

Artinya: "Mimpi itu menggambarkan kegelisahan atas bagaimana pandangan orang lain terhadap Anda," kata Michael Vigo dari situs dreammoods.com. Judith Orloff, penulis “Second Sight: An Intuitive Psychiatrist's Story” menambahkan bahwa: "Para wanita memimpikan hal itu ketika merasa mereka kehilangan kekuatan."



Mimpi: Telanjang

Anda muncul di suatu tempat dalam keadaan telanjang, tetapi hanya Anda yang menyadarinya.

Arti: Anda merasa terlalu terbuka. "Anda merasa takut bahwa Anda terlalu terbuka atau ada rahasia pribadi Anda yang terbongkar," kata Orloff. Tetapi itu tidak selalu hal yang buruk, tambah Gillian Holloway, penulis “5 Steps to Decode Your Dreams”. "Mimpi tersebut biasanya muncul ketika terjadi perubahan dalam hidup Anda, seperti cinta baru atau sebuah promosi. Anda mungkin hanya merasa belum siap menerima apa yang terjadi."




Mimpi: Payudara


Payudara bisa menjadi besar, mengecil, atau bocor.

Arti: Sering kali mimpi tersebut berhubungan dengan rasa percaya diri dan seksualitas. "Saya memiliki pasien dengan implan besar di payudaranya, yang mengalami mimpi buruk ketika dia menghadiri pemakamannya sendiri, dan yang tersisa dari jasadnya hanyalah implannya," kata Orloff. "Kepercayaan dirinya berpusat di payudaranya." Payudara yang bocor mungkin menandakan pergulatan batin antara peran menjadi seorang ibu dan istri.




Mimpi: Kuku

Kuku Anda patah, Anda gigiti sendiri, atau mereka tumbuh secara tidak terkontrol.

Arti: Mimpi kuku yang patah mungkin berarti Anda sedang menghindari sebuah situasi atau tanggung jawab, kata Vigo. Mengigiti kuku Anda dapat berarti ada masalah yang terjadi yang cukup sulit untuk Anda hadapi. Dan kuku yang tumbuh terlalu panjang, menurut Holloway, menandakan bahwa Anda sedang mempertahankan diri sendiri dan kehilangan kemampuan untuk melihat dalam ruang lingkup yang lebih besar.

Sabtu, 30 Juni 2012

Siap Nge-Date

Jumat, 27 Januari 2012
Anekayess-online.com – Yeay, 2012 ini Sandara Park sudah boleh pacaran, hehehe…. Lima tahun lalu, bareng Park Bom, member 2NE1 ini bikin perjanjian sama Yang Hyun Suk, CEO YG Entertainment, kalau mereka nggak boleh nge-date dulu sebelum 2NE1 eksis selama lima tahun. Sekarang, masa perjanjiannya sudah berakhir!

"Hari ini tahun baru! 99% pesan yang aku terima dari teman adalah, 'Semoga kamu dapet cowok yang keren tahun ini,' dan 'Have a wonderful love this year!' Kayaknya orang-orang lebih kuatir daripada aku,” tulisnya di Me2Day.

Tulisan cewek 27 tahun ini masih berlanjut, “As promised by YG CEO, kami bebas nge-date mulai tahun ini! Woot! Anyways, everyone, have a blessed new year! I want to become cuter this year! Age does not matter for us anymore! Cuter! More fun and entertaining! Fighting!"

Wih, Dara bakal pedekate sama siapa ya? FYI, sebelum gabung dengan 2NE1, ia pernah jalan bareng sesama kontestan Star Circle Quest, Joseph Bitangcol.
(*MN/Ft: Berbagai sumber)*

Rabu, 27 Juni 2012

Tes IQ

Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.
 


 
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah :
Faktor bawaan atau keturunan
Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0,50. Sedangkan di antara 2 anak kembar, korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi, sekitar 0,90. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. IQ mereka berkorelasi sekitar 0,40 - 0,50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya, dan hanya 0,10 - 0,20 dengan ayah dan ibu angkatnya. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah, IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi, walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal.
Faktor lingkungan
Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir, ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Selain gizi, rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting.
Inteligensi dan IQ
Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ, padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan, sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient, adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan . Dengan demikian, IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan.
Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age). Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis), maka akan diperoleh skor 1. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan, tidak terjadi perkembangan lagi, bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan.
Pengukuran Inteligensi
Pada tahun 1904, Alfred Binet dan Theodor Simon, 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Alat tes itu dinamakan
Tes Binet-Simon . Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911.
Tahun 1916, Lewis Terman, seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern, yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ
. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun.Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Seorang tokoh dalam bidang ini, Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor), tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence) . Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa, dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak.
Di samping alat-alat tes di atas, banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik, sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat.
Inteligensi dan Bakat
Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan, kecakapan, atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini, maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi.
Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitud e test . Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE) . Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey.
Sumber : http://www.dwifajar.co.cc/

Urgensi Pendidikan Karakter

Urgensi Pendidikan Karakter
Prof . Suyanto Ph.D
Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.


Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia.

Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 itu bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama.

Pendidikan yang bertujuan melahirkan insan cerdas dan berkarakter kuat itu, juga pernah dikatakan Dr. Martin Luther King, yakni; intelligence plus character... that is the goal of true education (kecerdasan yang berkarakter... adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya).

Memahami Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif.

Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.

Terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu: pertama, karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; kedua, kemandirian dan tanggungjawab; ketiga, kejujuran/amanah, diplomatis; keempat, hormat dan santun; kelima, dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama; keenam, percaya diri dan pekerja keras; ketujuh, kepemimpinan dan keadilan; kedelapan, baik dan rendah hati, dan; kesembilan, karakter toleransi, kedamaian, dan kesatuan.

Kesembilan pilar karakter itu, diajarkan secara sistematis dalam model pendidikan holistik menggunakan metode knowing the good, feeling the good, dan acting the good. Knowing the good bisa mudah diajarkan sebab pengetahuan bersifat kognitif saja. Setelah knowing the good harus ditumbuhkan feeling loving the good, yakni bagaimana merasakan dan mencintai kebajikan menjadi engine yang bisa membuat orang senantiasa mau berbuat sesuatu kebaikan. Sehingga tumbuh kesadaran bahwa, orang mau melakukan perilaku kebajikan karena dia cinta dengan perilaku kebajikan itu. Setelah terbiasa melakukan kebajikan, maka acting the good itu berubah menjadi kebiasaan.

Dasar pendidikan karakter ini, sebaiknya diterapkan sejak usia kanak-kanak atau yang biasa disebut para ahli psikologi sebagai usia emas (golden age), karena usia ini terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun, dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua. Dari sini, sudah sepatutnya pendidikan karakter dimulai dari dalam keluarga, yang merupakan lingkungan pertama bagi pertumbuhan karakter anak.

Namun bagi sebagian keluarga, barangkali proses pendidikan karakter yang sistematis di atas sangat sulit, terutama bagi sebagian orang tua yang terjebak pada rutinitas yang padat. Karena itu, seyogyanya pendidikan karakter juga perlu diberikan saat anak-anak masuk dalam lingkungan sekolah, terutama sejak play group dan taman kanak-kanak. Di sinilah peran guru, yang dalam filosofi Jawa disebut digugu lan ditiru, dipertaruhkan. Karena guru adalah ujung tombak di kelas, yang berhadapan langsung dengan peserta didik.

Dampak Pendidikan Karakter
Apa dampak pendidikan karakter terhadap keberhasilan akademik? Beberapa penelitian bermunculan untuk menjawab pertanyaan ini. Ringkasan dari beberapa penemuan penting mengenai hal ini diterbitkan oleh sebuah buletin, Character Educator, yang diterbitkan oleh Character Education Partnership.

Dalam buletin tersebut diuraikan bahwa hasil studi Dr. Marvin Berkowitz dari University of Missouri- St. Louis, menunjukan peningkatan motivasi siswa sekolah dalam meraih prestasi akademik pada sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter. Kelas-kelas yang secara komprehensif terlibat dalam pendidikan karakter menunjukkan adanya penurunan drastis pada perilaku negatif siswa yang dapat menghambat keberhasilan akademik.

Sebuah buku yang berjudul Emotional Intelligence and School Success (Joseph Zins, et.al, 2001) mengkompilasikan berbagai hasil penelitian tentang pengaruh positif kecerdasan emosi anak terhadap keberhasilan di sekolah. Dikatakan bahwa ada sederet faktor-faktor resiko penyebab kegagalan anak di sekolah. Faktor-faktor resiko yang disebutkan ternyata bukan terletak pada kecerdasan otak, tetapi pada karakter, yaitu rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kemampuan bergaul, kemampuan berkonsentrasi, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi.

Hal itu sesuai dengan pendapat Daniel Goleman tentang keberhasilan seseorang di masyarakat, ternyata 80 persen dipengaruhi oleh kecerdasan emosi, dan hanya 20 persen ditentukan oleh kecerdasan otak (IQ). Anak-anak yang mempunyai masalah dalam kecerdasan emosinya, akan mengalami kesulitan belajar, bergaul dan tidak dapat mengontrol emosinya. Anak-anak yang bermasalah ini sudah dapat dilihat sejak usia pra-sekolah, dan kalau tidak ditangani akan terbawa sampai usia dewasa. Sebaliknya para remaja yang berkarakter akan terhindar dari masalah-masalah umum yang dihadapi oleh remaja seperti kenakalan, tawuran, narkoba, miras, perilaku seks bebas, dan sebagainya.

Beberapa negara yang telah menerapkan pendidikan karakter sejak pendidikan dasar di antaranya adalah; Amerika Serikat, Jepang, Cina, dan Korea. Hasil penelitian di negara-negara ini menyatakan bahwa implementasi pendidikan karakter yang tersusun secara sistematis berdampak positif pada pencapaian akademis.

Seiring sosialisasi tentang relevansi pendidikan karakter ini, semoga dalam waktu dekat tiap sekolah bisa segera menerapkannya, agar nantinya lahir generasi bangsa yang selain cerdas juga berkarakter sesuai nilai-nilai luhur bangsa dan agama.*
Sumber: http://dikdas.kemdiknas.go.id

Pola BK 17 Plus

SEJARAH BIMBINGAN DAN KONSELING DAN LAHIRNYA BK 17 PLUS
Pendahuluan
Sejarah lahirnya Bimbingan dan Konseling di Indonesia diawali dari dimasukkannya Bimbingan dan Konseling (dulunya Bimbingan dan Penyuluhan) pada setting sekolah. Pemikiran ini diawali sejak tahun 1960. Hal ini merupakan salah satu hasil Konferensi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (disingkat FKIP, yang kemudian menjadi IKIP) di Malang tanggal 20 – 24 Agustus 1960. Perkembangan berikutnya tahun 1964 IKIP Bandung dan IKIP Malang mendirikan jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. Tahun 1971 beridiri Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) pada delapan IKIP yaitu IKIP Padang, IKIP Jakarta, IKIP Bandung, IKIP Yogyakarta, IKIP Semarang, IKIP Surabaya, IKIP Malang, dan IKIP Menado. Melalui proyek ini Bimbingan dan Penyuluhan dikembangkan, juga berhasil disusun “Pola Dasar Rencana dan Pengembangan Bimbingan dan Penyuluhan “pada PPSP. Lahirnya Kurikulum 1975 untuk Sekolah Menengah Atas didalamnya memuat Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan.

Tahun 1978 diselenggarakan program PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP (setingkat D2 atau D3) untuk mengisi jabatan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah yang sampai saat itu belum ada jatah pengangkatan guru BP dari tamatan S1 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. Pengangkatan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah mulai diadakan sejak adanya PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan. Keberadaan Bimbingan dan Penyuluhan secara legal formal diakui tahun 1989 dengan lahirnya SK Menpan No 026/Menp an/1989 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Guru dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Di dalam Kepmen tersebut ditetapkan secara resmi adanya kegiatan pelayanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah. Akan tetapi pelaksanaan di sekolah masih belum jelas seperti pemikiran awal untuk mendukung misi sekolah dan membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan mereka.Sampai tahun 1993 pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah tidak jelas, parahnya lagi pengguna terutama orang tua murid berpandangan kurang bersahabat dengan BP. Muncul anggapan bahwa anak yang ke BP identik dengan anak yang bermasalah, kalau orang tua murid diundang ke sekolah oleh guru BP dibenak orang tua terpikir bahwa anaknya di sekolah mesti bermasalah atau ada masalah. Hingga lahirnya SK Menpan No. 83/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya yang di dalamnya termuat aturan tentang Bimbingan dan Konseling di sekolah. Ketentuan pokok dalam SK Menpan itu dijabarkan lebih lanjut melalui SK Mendikbud No 025/1995 sebagai petunjuk pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Di Dalam SK Mendikbud ini istilah Bimbingan dan Penyuluhan diganti menjadi Bimbingan dan Konseling di sekolah dan dilaksanakan oleh Guru Pembimbing. Di sinilah pola pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah mulai jelas.
Pra Lahirnya Pola 17
Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah diselenggarakan dengan pola yang tidak jelas, ketidak jelasan pola yang harus diterapkan berdampak pada buruknya citra bimbingan dan konseling, sehingga melahirkan miskonsepsi terhadap pelaksanaan BK, munculnya persepsi negatif terhadap pelaksanaan BK, berbagai kritikan muncul sebagai wujud kekecewaan atas kinerja Guru Pembimbing sehingga terjadi kesalahpahaman, persepsi negatif dan miskonsepsi berlarut. Masalah menggejala diantaranya: konselor sekolah dianggap polisi sekolah, BK dianggap semata-mata sebagai pemberian nasehat, BK dibatasi pada menangani masalah yang insidental, BK dibatasi untuk klien-klien tertentu saja, BK melayani ”orang sakit” dan atau ”kurang normal”, BK bekerja sendiri, konselor sekolah harus aktif sementara pihak lain pasif, adanya anggapan bahwa pekerjaan BK dapat dilakukan oleh siapa saja, pelayanan BK berpusat pada keluhan pertama saja, menganggap hasil pekerjaan BK harus segera dilihat, menyamaratakan cara pemecahan masalah bagi semua klien, memusatkan usaha BK pada penggunaan instrumentasi BK (tes, inventori, kuesioner dan lain-lain) dan BK dibatasi untuk menangani masalah-masalah yang ringan saja.
Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah diselenggarakan dengan pola yang tidak jelas, ketidak jelasan pola yang harus diterapkan disebabkan diantaranya oleh hal-hal sebagai berikut :
1. Belum adanya hukum
Sejak Konferensi di Malang tahun 1960 sampai dengan munculnya Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP Bandung dan IKIP Malang tahun 1964, fokus pemikiran adalah mendesain pendidikan untuk mencetak tenaga-tenaga BP di sekolah. Tahun 1975 Konvensi Nasional Bimbingan I di Malang berhasil menelurkan keputusan penting diantaranya terbentuknya Organisasi bimbingan dengan nama Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI). Melalui IPBI inilah kelak yang akan berjuang untuk memperolah Payung hukum pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah menjadi jelas arah kegiatannya.
2. Semangat luar biasa untuk melaksanakan
BP di sekolahLahirnya SK Menpan No. 026/Menpan/1989 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Guru dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Merupakan angin segar pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah. Semangat yang luar biasa untuk melaksanakan ini karena di sana dikatakan “Tugas guru adalah mengajar dan/atau membimbing.” Penafsiran pelaksanaan ini di sekolah dan didukung tenaga atau guru pembimbing yang berasal dari lulusan Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan atau Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (sejak tahun 1984/1985) masih kurang, menjadikan pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah tidak jelas. Lebih-lebih lagi dilaksanakan oleh guru-guru yang ditugasi sekolah berasal dari guru yang senior atau mau pensiun, guru yang kekurangan jam mata pelajaran untuk memenuhi tuntutan angka kreditnya. Pengakuan legal dengan SK Menpan tersebut menjadi jauh arahnya terutama untuk pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah.
3. Belum ada aturan main yang jelas
Apa, mengapa, untuk apa, bagaimana, kepada siapa, oleh siapa, kapan dan di mana pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan dilaksanakan juga belum jelas. Oleh siapa bimbingan dan penyuluhan dilaksanakan, di sekolah banyak terjadi diberikan kepada guru-guru senior, guru-guru yang mau pensiun, guru mata pelajaran yang kurang jam mengajarnya untuk memenuhi tuntutan angka kreditnya. Guru-guru ini jelas sebagian besar tidak menguasai dan memang tidak dipersiapkan untuk menjadi Guru Pembimbing. Kesan yang tertangkap di masyarakat terutama orang tua murid Bimbingan Penyuluhan tugasnya menyelesaikan anak yang bermasalah. Sehingga ketika orang tua dipanggil ke sekolah apalagi yang memanggil Guru Pembimbing, orang tua menjadi malu, dan dari rumah sudah berpikir ada apa dengan anaknya, bermasalah atau mempunyai masalah apakah. Dari segi pengawasan, juga belum jelas arah dan pelaksanaan pengawasannya. Selain itu dengan pola yang tidak jelas tersebut mengakibatkan:
  1. Guru BP (sekarang Konselor Sekolah) belum mampu mengoptimalisasikan tugas dan fungsinya dalam memberikan pelayanan terhadap siswa yang menjadi tanggungjawabnya. Yang terjadi malah guru pembimbing ditugasi mengajarkan salah satu mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Kesenian, dsb.nya.
  2. Guru Pembimbing merangkap pustakawan, pengumpul dan pengolah nilai siswa dalam kelas-kelas tertentu serta berfungsi sebagai guru piket dan guru pengganti bagi guru mata pelajaran yang berhalangan hadir.
  3. Guru Pembimbing ditugasi sebagai “polisi sekolah” yang mengurusi dan menghakimi para siswa yang tidak mematuhi peraturan sekolah seperti terlambat masuk, tidak memakai pakaian seragam atau baju yang dikeluarkan dari celana atau rok.
  4. Kepala Sekolah tidak mampu melakukan pengawasan, karena tidak memahami program pelayanan serta belum mampu memfasilitasi kegiatan layanan bimbingan di sekolahnya,
  5. Terjadi persepsi dan pandangan yang keliru dari personil sekolah terhadap tugas dan fungsi guru pembimbing, sehingga tidak terjalin kerja sama sebagaimana yang diharapkan dalam organisasi bimbingan dan konseling.Kondisi-kondisi seperti di atas, nyaris terjadi pada setiap sekolah di Indonesia.
Lahirnya Pola 17
SK Mendikbud No. 025/1995 sebagai petunjuk pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya terdapat hal-hal yang substansial, khususnya yang menyangkut bimbingan dan konseling adalah : 1. Istilah “bimbingan dan penyuluhan” secara resmi diganti menjadi “bimbingan dan konseling.” 2. Pelaksana bimbingan dan konseling di sekolah adalah guru pembimbing, yaitu guru yang secara khusus ditugasi untuk itu. Dengan demikian bimbingan dan konseling tidak dilaksanakan oleh semua guru atau sembarang guru. 3. Guru yang diangkat atau ditugasi untuk melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling adalah mereka yang berkemampuan melaksanakan kegiatan tersebut; minimum mengikuti penataran bimbingan dan konseling selama 180 jam. 4. Kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan dengan pola yang jelas : a. Pengertian, tujuan, fungsi, prinsip dan asas-asasnya. b. Bidang bimbingan : bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karir c. Jenis layanan : layanan orientasi, informasi, penempatan/penyaluran, pembelajaran, konseling perorangan, bimbingan kelompok dan konseling kelompok.d. Kegiatan pendukung : instrumentasi, himpunan data, konferensi kasus, kunjungan rumah dan alih tangan kasus. Unsur-unsur di atas (nomor 4) membentuk apa yang kemudian disebut “BK Pola-17” 5. Setiap kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan melalui tahap :a. Perencanaan kegiatanb. Pelaksanaan kegiatanc. Penilaian hasil kegiatand. Analisis hasil penilaiane. Tindak lanjut6. Kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan di dalam dan di luar jam kerja sekolah. Hal-hal yang substansial di atas diharapkan dapat mengubah kondisi tidak jelas yang sudah lama berlangsung sebelumnya. Langkah konkrit diupayakan seperti :1. Pengangkatan guru pembimbing yang berlatar belakang pendidikan bimbingan dan konseling.2. Penataran guru-guru pembimbing tingkat nasional, regional dan lokal mulai dilaksanakan.3. Penyususnan pedoman kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah, seperti :a. Buku teks bimbingan dan konselingb. Buku panduan pelaksanaan menyeluruh bimbingan dan konseling di sekolahc. Panduan penyusunan program bimbingan dan konselingd. Panduan penilaian hasil layanan bimbingan dan konselinge. Panduan pengelolaan bimbingan dan konseling di sekolah4. Pengembangan instrumen bimbingan dan konseling5. Penyusunan pedoman Musyawarah Guru Pembimbing (MGP) Dengan SK Mendikbud No 025/1995 khususnya yang menyangkut bimbingan dan konseling sekarang menjadi jelas : istilah yang digunakan bimbingan dan konseling, pelaksananya guru pembimbing atau guru yang sudah mengikuti penataran bimbingan dan konseling selama 180 jam, kegiatannya dengan BK Pola-17, pelaksanaan kegiatan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, penilaian, analisis penilaian dan tindak lanjut. Pelaksanaan kegiatan bisa di dalam dan luar jam kerja. Peningkatan profesionalisme guru pembimbing melalui Musyawarah Guru Pembimbing, dan guru pembimbing juga bisa mendapatkan buku teks dan buku panduan.

Minggu, 24 Juni 2012

Enam Langkah Membunuh Cemas

Rasa cemas seringkali datang tanpa terduga. Bukan hanya membuat perasaan tak tenang, kekhawatiran berlebihan yang tak kunjung reda bisa mengganggu kesehatan. Mulai dari mulut kering hingga peningkatan denyut jantung yang bisa memicu efek mual dan serangan panik.
Menghindar dari kecemasan bukan perkara mudah. Tapi, rasa tak nyaman itu bisa diredam dengan sejumlah cara, seperti dikutip dari laman Shine berikut.
1. Spa

Relaksasi ini bisa mengalihkan pikiran dari rasa khawatir. Tak harus dilakukan di salon dengan biaya mahal, spa bisa dinikmati di rumah. Banyak panduan spa melalui CD atau DVD yang bisa diikuti di rumah.
“Hanya butuh beberapa menit mendengarkan petunjuk narator, suara yang menenangkan, yang mendorong saya untuk mengelilingi diri dengan kekuatan, sebelum aku benar-benar tidak merasa tenang dan tidak terlalu khawatir,” demikian tulis ahli pengobatan alternatif Sara Altshul.
2. Makan mangga
Menurut peneliti dari Jepang, tindakan sederhana mengupas, mengiris, dan makan mangga, bisa membantu mendinginkan kekacauan otak. Mangga mengandung senyawa yang disebut linalool. Penelitian yang dipublikasikan dalam edisi terbaru Jurnal Pertanian dan Pangan Kimia mengungkap, menghirup bau makanan kaya linalool, termasuk basil dan lemon, membantu mengatasi stres dan rasa cemas.
Cobalah membuat jus mangga dengan tambahan 2 sdm madu, 1/2 cangkir perasan jeruk, dan 1/2 cangkir plain yogurt dengan beberapa kubus es batu untuk meredakan cemas dan stres.
3. Menulis catatan pribadi
Carol Kryder, PhD, seorang psikolog klinis dan ahli kesehatan mental untuk JustAnswer.com mengatakan, menulis bisa menjadi kunci untuk mengusir emosi negatif.
Catatan harian bisa menjadi media untuk mengendalikan pikiran. Jangan hanya menuliskan kecemasan, tapi coba berkhayal untuk menuliskan langkah antisipasi mengenai hal buruk yang mungkin terjadi.
4. Rangsangan karet gelang
Vandana Bhide, MD, seorang internis dalam praktik kejiwaan di Florida menawarkan terapi ringan untuk mengatasi rasa cemas berlebih. “Pasang karet gelang di pergelangan tangan dan hentakkan kareta secara perlahan ke permukaan kulit setiap kali rasa itu muncul,” katanya. “Ini akan mengingatkan diri untuk mengarahkan pikiran.”
5. Kunyah cokelat
Mengonsumsi cokleat bisa membantu meredakan rasa khawatir. Penelitian yang diterbitkan tahun lalu dalam Journal of Proteome Research, mengungkao, mereka yang makan satu ons cokelat hitam setiap hari selama dua minggu mengalami penurunan hormon stres dalam tubuh.
Menjaga hormon stres tetap seimbang dapat membuat Anda lebih siap untuk menghadapi kekhawatiran dan membantu Anda menangani masalah kehidupan yang tidak stabil. Jika Anda benar-benar ingin meredakan rasa khawatir disarankan memilih dark chocolate yang kaya antioksidan.
6. Yoga
Banyak studi yang menghubungkan antara kebugaran dan kondisi kejiwaan. Pelatih Kebugaran asal Florida, Equinox Kalicinski Sylvia, mengatakan yoga adalah latihan terbaik yang membantu mengontrol rasa cemas.
“Yoga mengajarkan Anda cara bernapas saat mengahadapi kesulitan, mengarahkan pikiran dan energi sementara menjadi lebih sadar akan reaksi Anda,” katanya. “Yoga adalah alat yang membantu Anda mengatur ulang sistem saraf dan salah satu alat paling kuat untuk melepaskan stres.”

5 Alasan Mengapa Kita Belum Mencapai Kesuksesan atau Kekayaan

5 Alasan sederhana kenapa kebanyakan orang tidak akan pernah mencapai kekayaan… dan bagaimana memastikan anda melakukan hal hal yang diperlukan!”
Seorang bernama Mike Litman, pernah meneliti bagaimana cara menjadi kaya dengan melakukan wawancara kepada 20 Milyuner yang kaya karena usaha sendiri ( bukan karena warisan ).
Setelah Mike melakukan wawancara, beliau menemukan, ada beberapa rahasia yang membuat mereka kaya raya sementara orang lain sibuk berjuang.
Ternyata sangat sederhana.
Berikut adalah 5 alasan sederhana kenapa kebanyakan orang tidak akan pernah kaya dan bagaimana memastikan anda melakukan ke 5 hal ini:
ALASAN NO #1 - Menunggu untuk mulai:
Kebanyakan orang tidak ingin menunggu untuk sukses. Namun, pada saat yang sama, mereka menunggu terlalu lama untuk memulai di jalan kesuksesan.
Anda bisa melihat masalahnya kan?
Semakin lama anda menunggu untuk memulai, semakin lama anda akan mendapatkan hasil, kesuksesan, dan gaya hidup yang anda inginkan.
Banyak orang menunggu segala sesuatu menjadi sempurna terlebih dahulu sebelum mereka memulai. Oleh karena itu, mereka tidak pernah memulai dan tidak pernah mencapai sesuatu yang berarti.
Tidak ada pertandingan yang pernah dimenangkan atau diakhiri oleh seseorang yang tidak pernah meninggalkan garis start!
Jangan menunggu untuk memulai. Mulai sekarang juga berjalan di jalan kesuksesan anda.
ALASAN NO #2 - Buta huruf secara finansial:
Hal penting dalam kekayaan adalah mengerti perbedaan dari aset dan hutang.
Aset adalah mendatangkan uang ke kantong anda.
Hutang mengeluarkan uang dari kantong anda.
Banyak orang mengira bahwa rumah mereka, mobil mereka, dan kepemilikan yang lain adalah asset. Tetapi, sebenarnya adalah bahwa dalam banyak kesempatan, semuanya itu membuat uang keluar dari kantong anda. Semuanya itu menyebabkan ada mengeluarkan uang untuk pembiayaan.
Semuanya itu tidak membuat anda menghasilkan uang.
Oleh karena itu, hal yang sebenarnya, semuanya itu adalah merupakan beban (hutang).
Semuanya itu mengambil uang anda keluar setiap bulannya.
Ketika anda mempunyai lebih banyak uang yang datang dari aset yang sesungguhnya daripada yang anda keluarkan untuk membayar beban, anda akan menjadi bebas secara finansial. Hanya ada 1 cara untuk melakukan nya.
Yang membawa kita ke hal ketiga…
ALASAN NO #3 - Fokus pada penghasilan yang mendatar daripada penghasilan yang pasive.
Salah satu dari Milyuner yang diwawancarai menyampaikan secara sederhana, “Jika anda tidak menghasilkan uang ketika anda tidur, maka anda tidak akan kaya.”
Penghasilan yang mendatar adalah apa yang anda dapatkan dari pekerjaan anda. Anda bekerja selama 1 jam dan mendapatkan bayaran hanya satu kali saja dari pekerjaan satu jam itu, hanya itu.
Penghasilan pasive adalah ketika anda bekerja sekali namun secara terus menerus dibayar lagi dan lagi dari pekerjaan yang TIDAK lagi anda lakukan.
Berinvestasi atau menciptakan aset yang sebenarnya yang menghasilkan penghasilan pasive untuk anda adalah tiket menuju kemakmuran.
ALASAN NO #4 - Tidak mengerti atau tidak menggunakan sistem untuk menghasilkan uang.
Sebuah SYSTEM yang menghasilkan uang adalah sesuatu yang mengjinkan anda untuk mendapatkan uang tanpa usaha anda sendiri. Dengan kata lain, Itu adalah cara yang otomatis untuk menghasilkan uang.
Semua Aset yang sejati adalah hanya sebuah “sistem” dengan sendirinya.
Sekali anda menciptakan atau berinvestasi pada sebuah sistem yang sederhana untuk menghasilkan uang, maka tidak ada batasan pada seberapa banyak uang yang bisa anda hasilkan.
Menjadi seorang ahli dan sistem uang dapat membawa kekayaan lebih dari yang anda impikan.
ALASAN NO #5 - Tidak Cukup GIGIH atau SABAR:
Untuk menyelesaikan sebuah pertandingan anda harus meninggalkan garis start dan mengikuti garis menuju ke batas Finish.
Kebanyakan orang, mencipatakan kegagalan mereka sendiri dengan apakah tidak pernah memulai atau tidak bertahan, atau keduanya. :-) Anda HARUS tidak hanya memulai, namun juga bertahan terus.
Hal ini kelihatan nya jelas, tetapi adalah penyebab terbesar dari kegagalan.
Hanya dengan bergabung dalam sebagian kecil orang yang mau melakukan ke 5 hal diatas, maka anda akan mendapatkan kesempatan yang sangat besar untuk sukses dan kaya.
Sebenarnya sangat sederhana… putuskan untuk melakukan hal hal diatas, dan anda juga bisa menjadi kaya. Kalau anda tidak lakukan hal diatas, maka anda akan menjadi seperti kebanyakan orang yang tidak sukses.
Putuskan sekarang juga untuk menjadi ahli pada hal hal yang disebutkan diatas, dan mulai perjalanan menuju kesuksesan anda sekarang. Dan tetap bertahan dan lihat perbedaan yang dilakukan nya.
Sumber: http://satudetik.blogdetik.com

Jangan Pernah Putus Asa & Berkecil Hati

Jangan Pernah Putus Asa & Berkecil Hati!!!, Yang Penting Lihat Nanti
Sepenggal kisah yang mungkin bisa menjadi motivasi bagi Anda dalam menyikapi hidup bahwa jangan pernah pesimis serta berkecil hati dengan diri dan usaha Anda masing-masing walau sering diejek, dicemooh, dan dipandang sebelah mata oleh orang disekeliling Anda. Yang terpenting tetap yakin, mau berjuang, tidak pernah putus asa pasti kesuksesan akan tercapai.
Albert Einstein pernah dikatakan, “Bolot, tidak suka bergaul, dan senantiasa hanyut dalam khayalan bodohnya.
Aristotle Onassis saat sekolah merupakan si tolol nomor satu dan biang kerok, sehingga pernah dikeluarkan dari beberapa sekolah. Akhirnya dia gagal dalam ujian dan tidak punya ijazah walau diploma sekalipun.
Guru Bethoven menyebut Beethoven sebagai komposer yang tidak mempunyai harapan.
Charles Darwin dianggap oleh semua gurunya (termasuk ayahnya sendiri) sebagai seorang budak biasa dan mempunyai tingkat kecerdasan di bawah normal.
Henry Ford 5 kali gagal dalam bisnis dan bankrut
Prestasi Isaac Newton amat lemah ketika di sekolah dasar
Leo Tolstoy, pengarang buku “War and Peace” pernah dikeluarkan dari akademi.
Semasa kuliah, Louis Pasteur adalah seorang mahasiswa sederhana dimana dia mendapat peringkat nomor 15 dari 22 orang mahasiswa lain dalam mata kuliah kimia.
Leon Uris, pengarang buku terlaris , “Exodus” pernah gagal dalam ujian bahasa inggris sebanyak 3 kali semasa di sekolah menengah.
Pendiri Fedex (Federal Express) pernah diberitahu bahwa idenya tidak masuk akal, dan diberi nilai merah (tidak lulus) oleh profesor di universitasnya. Tiga puluh tahun kemudian, Federal Express menjadi sebuah perusahaan ekspedisi ekspres yang terbesar di dunia dengan 128.000 orang karyawan dan mempunyai modal lebih dari US$7 milyar.
Guru Thomas Alfa Edison pernah mengatakan bahwa dia terlalu bodoh untuk belajar sesuatu.
Walt Disney pernah dipecat oleh seorang redaktur surat kabar karena kekurangan ide.
Winston Churchill pernah tidak naik kelas enam.
Semasa Silvester Stallone menjalani ujian di Universitas Dexel, dia diberitahu bahwa peluang masa depannya hanyalah sebagai seorang tukang reparasi elevator. Dengan demikian ayahnya yang sering memukul mengatakan bahwa dia adalah seorang anak yang tidak bisa diharapkan.
Woody Allen, seorang penulis, editor, dan penerbit yang telah mendapat anugerah Academy Award pernah gagal dalam ujian bahasa inggris dan gagal membuat film di Universitas New York.
Akio Morita, pendiri SONY corporation adalah murid yang bodoh. Ia menempati peringkat terakhir dari 180 murid di kelas ilmu pastinya.
Sumber: http://satudetik.blogdetik.com

Strategi Meraih Kemenangan

Apakah Anda selalu menganggap diri sendiri sebagai seorang pecundang ? Cara mengatasinya, belajarlah menjadi pemenang seperti impian Anda. Jika Anda punya kekuatan untuk menang, Anda dapat mencapai karir dan mimpi-mimpi Anda selama ini. Berikut tipsnya :
a. Kekuatan untuk menang berasal dari pikiran Anda sendiri
Teddy Roosevelt, mantan presiden AS, berujar, “Seluruh sumber daya yang kita perlukan ada dipikiran.” Anda telah memiliki segala yang diperlukan untuk jadi seorang pemenang.
b. Yakinlah pada diri Anda
Tanpa kegagalan, Anda harus yakin bahwa Anda dapat mencapai tujuan dalam hidup ini. Jika tak yakin memilikinya, maka Anda tidak akan mencapainya.
c. Ketahuilah sesuatu yang membuat Anda bahagia
Jika Anda adalah orang yang senang berada di tengah orang banyak sementara Anda bekerja di sebuah gudang penyimpanan, silahkan Anda memikirkan kembali pilihan karir Anda.
d. Evaluasi talenta Anda dengan jujur
Jika Anda tidak tahu kekuatan dan hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan,Anda mungkin saja salah menilai pekerjaan yang tepat untuk Anda. Mungkin saja Anda yakin memiliki kemampuan untuk melayani konsumen dengan baik, tapi bos dan mitra kerja menilai Anda butuh berlatih lagi.
e. Jangan biarkan latar belakang menentukan masa depan Anda
Jika pengalaman kerja Anda tidak terlalu mulus, jangan biarkan hal ini mempengaruhi prospek karir Anda. Bila Anda telah memiliki tujuan, fokuslah pada hal ini. Jangan terpaku pada sindroma “saya ini orang malang” jika tidak berhasil mencapai sukses.
f. Ikuti teknik visualisasi cepat ini : gambarkan diri Anda tengah berlari dengan tim sepak bola
Bayangkan gawang adalah tujuan karir atau keinginan pribadi Anda. Bayangkan pula diri Anda yang berhasil menggolkan bola ke gawang lawan.
g. Kekuatan untuk menang adalah di tangan Anda
Tidak ada seorang pun yang dapat menyerahkan kesuksesan itu pada Anda. Andalah yang harus mewujudkan itu. Melakukan sesuatu adalah satu-satunya cara untuk mencapai tujuan.
Sumber: http://satudetik.blogdetik.com

Strategi Sukses Menjadi Wirausaha Muda (10 Ide wirausaha Untuk Mahasiswa)

“9 dari 10 pintu rizki ummatku  ada diperdagangan” (Sabda Rasululloh Muhammad SAW)
Mulailah dengan mengerjakan apa yang perlu ; lalu kerjakanlah apa yang mungkin ; maka tiba-tiba anda mengerjakan yang mustahi ; (St. Francis dari assisi)
“Seorang Pengusaha yang paling sukses adalah dia yang berpegang pada hal-hal lama selama hal itu masih baik dan merebut hal hal baru begitu terbukti hal itu lebih baik” (Robert P Vanderpoel)

 Mahasiswa sukses adalah mahasiswa yang selalu mempunyai dan menemukan ide/gagasan untuk pengembangan karirnya. Terlebih-lebih jika mahasiswa tersebut mempersiapkan diri untuk menjadi seorang entrepreneur sukses, maka kreatifitas dan inovasi adalah kata kuncinya. Beberapa ide wirausaha dibawah ini yang mungkin sederhana namun ”membumi” dapat dijadikan sebagai pedoman dalam memulai menjadi seorang Entrepreneur Sukses.
Ide ke-1 : Jual keunikan
Jika anda tergolong mahasiswa kreatif dan inovatif, pasti banyak ide atau hal baru yang dapat Anda jadikan peluang usaha. Tidak sedikit usaha baru dimulai dari penemuan jenis produk, teknologi, sistem, dan program baru. Jika berhasil menciptakan sebuah keunikan, segera anda ambil hak paten dan menjualnya. Penemuan baru biasanya sangat berpeluang untuk menembus pasar, apalagi khas, unik, dan dibutuhkan orang banyak.
Contoh nyata, teman-teman saya membuat kaos-kaos unik dengan kata-kata yang penuh motivasi. Kaos tersebut memang biasa saja kalau dilihat sepintas, tapi karena ada keunikannya dengan kata-kata yang penuh inovasinya, bisa menambah nilai jual. Tentunya keuntungan bisa jauh lebih besar dengan keunikan yang mereka jual.
Ide Ke- 2 :  Duplikasi Usaha Lain
Bagi Anda yang merasa kurang kreatif dan inovatif, jangan putus asa. Percayalah, ide usaha tersebar dimana-mana, bahkan di depan mata. Anda harus selalu perlu membaca peluang, mengukur potensi, dan berani mengambil resiko. Misalnya, di sekitar Anda ada rumah makan bakmi yang cukup laris. Apa salahnya Anda bersaing secara sehat di tenpat yang sama dengan produk yang sama. Anda cukup menduplkikasi usaha tersebut, tapi harus memberikan nilai tambah kepada konsumen, seperti pelayanan, harga, kecepatan, keramahan. Contoh pelayanan yang lebih memuaskan kepada konsumen adalah memberikan air teh gratis kepada konsumen atau memberikan porsi daging yang lebih banyak di banding pesaing anda.
Ide Ke-3 : Usaha Fasilitas tambahan
Selain menduplikasi, Anda juga bisa membuka usaha dengan memberikan usaha fasilitas tambahan, tapi ini harus dengan sedikit sentuhan kreatifitas. Misalnya, tetangga membuka warnet, maka anda masih bisa menyainginya dengan tambahan fasilitas atau memperluas penawaran yang ada. Anda bisa mendirikan warnet di lokasi sama.
Hampir setiap waktu ada saja jenis usaha yang trend, seperti sekarang ini zamannya penyewaan komputer untuk bermain game(game zone). Dengan sedikit fasilitas tambahan, anda pun bisa memiliki usaha dan siap untuk berhasil. Misalnya, Anda bisa menyewa tempat di sekitar tempat penyewaan game zone tersebut dengan menjual minuman yang lagi trend sekarang ini, Bubble Tea. Itu sangat cocok dengan pangsa pasar Bubble Tea dan game zone untuk pangsa pasar  anak sekolah.
Ide Ke-4 : Jual Keterampilan
Anda sendiri pun dapat menjual keterampilan yang dimiliki. Jika bisa menggunting rambut, Anda bisa membuka salon. Dengan sedikit sentuhan yang berbeda dengan salon-salon lainnya, pasti salon Anda akan ramai di kunjungi konsumen. Bagi Anda yang mahir mengetik 10 jari, tidak ada salahnya membuka usaha jasa pengetikan, seperti skripsi, naskah, makalah, dan lain-lain yang kemudian bisa Anda kembangkan dengan menerima jasa penerjemahan (translate).
Ada banyak usaha yang bisa anda  buka berdasarkan keterampilan anda, yakinlah anda punya potensi, punya keterampilan dan punya harapan besar untuk sukses menjadi seorang entrepreneur, meskipun sebagai entrepreneur pemula..mulailah belajar menghasilkan income melalui keterampilan sendiri semisal memberikan privat bahasa  inggris, komputer, matematika, musik, menyanyi atau jasa pengetikan seperti yang disampaikan diatas.
 Ide Ke-5 : Menjadi Agen
Anda bisa membuka kantor keagenan, baik suatu produk maupun jasa. Banyak sekali produk dan jasa yang sangat memerlukan agen. Selain menjadi agen suatu produk, Anda juga bisa menjadi agen yang menyediakan jasa, seperti agen isi ulang air, isi ulang pulsa,  penyalur pembantu rumah tangga, agen modeling/foto model, agen iklan, dan lain-lain.
Ide Ke-6 : Jual Barang Bekas (second)
Masih sedikit orang yang peka dengan usaha ini. Barang second, terutama dengan nilai historis yang sangat tinggi, biasanya punya harga yang sangat tinggi pula. Namun, menjual barang bekas (second) ini harus di lakukan dengan teratur dan terencana. Anda bisa membeli suatu barang disuatu tempat dengan harga murah dan menjualnya ditempat lain dengan harga yang lebih tinggi. Anda juga bisa menjual barang bekas khusus komputer dengan cara membeli komputer rusak dengan harga murah. Kemudian dengan menggunakan orang yang mengerti perbaikan komputer, Anda bisa menjual komputer yang sudah di perbaiki itu dengan harga yang lebih tinggi. Demikian pula dengan barang bekas, seperti kamera, motor, dan lain-lain.
Ide Ke-7 : Buka Kantor
Bagi anda yang memiliki keterampilan/keahlian segera buka kantor sendiri. Jangan takut masalah modal dan SDM. Anda bisa mengajak kolega atau teman seprofesi untuk patungan modal dan membuka kantor tersebut. Juallah skill dan pengalaman anda. Jika reputasi bagus dan relasi banyak (network), jangan kuatir kekurangan klien. Anda bisa memulai mendirikan kantor dari rumah atau lebih dikenal dengan sebutan home office. Cukup dengan menyediakan satu komputer, satu telepon, faxs, meja, dan kursi tamu.
Ide Ke-8 : Beli Usaha Pola Waralaba
Bagi anda yang memiliki modal besar, tapi tidak mau repot untuk memikirikan sesuatu usaha yang baru, alternatif waralaba (franchise) dapat dipilih. Waralaba adala jenis usaha yang relatif terstandartisasi dengan baik. Memang butuh kejelian yang tinggi untuk menilai waralaba mana yang bagus dan cocok untuk Anda. Saran saya, carilah usaha waralaba yang memiliki track record yang baik dan sudah teruji di lapangan. Kini semakin banyak bermunculan waralaba, dari yang membutuhkan modal besar hingga yang membutuhkan modal kecil.
Ide Ke-9 :Usaha Bersama
Kadang usaha akan lebih bagus jika didirikan dan di kelola bersama-sama. Misalnya Anda pintar pemrograman komputer, tapi anda memiliki sedikit teman, sementara teman anda memiliki banyak teman dan punya relasi yang luas dan membutuhkan jasa pemrograman, anda bisa saja membuka usaha jasa pemrograman (software house). Anda yang mengerjakan pekerjaannya, sedangkan teman anda yang mencari order. Dari kelebihan masing-masing inilah bisa memperkuat suatu usaha baru sekaligus membesarkannya.
Ide Ke-10 : Jalankan Direct Selling/Multi Level Marketing
Usaha ini menurut saya cukup prospektif. Modalnya murah meriah. Selain itu didukung pula oleh produk yang bagus, sistem pemasaran, pelatihan, dan jenjang karir. Memang kita tidak menutup mata banyak sekali orang yang alergi atau anti terhadap Multi Level Marketing (MLM). Biasanya trauma oleh kegagalan, seperti uangnya habis di MLM. Itu biasanya di sebabkan bisnis MLM dengan skema piramid atau money game yang berkedok MLM. Waspadalah dan hindari bisnis dengan skema piramid atau money game yang mengaku-aku MLM. Menurut saya, MLM (sering juga di sebut dengan people franchise) yang murni sangat menarik. Bahkan sebagai perusahaan MLM memberikan kesempatan kepada kita untuk mendirikan perusahaan sendiri (authorized distributor atau stockist). Kita tidak perlu terlalu alergi dengan informasi mengenai MLM, kadang-kadang informasi yang di berikan oleh MLM sangatlah menarik. Bukankah untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses harus selalu belajar, belajar dan belajar serta memiliki banyak teman.
Itulah sedikit ide-ide usaha yang dapat digunakkan untuk membuka usaha. Namun, tidak menutup kemugkinan ada ide-ide lain yang dimiliki teman-teman semua. Yang perlu disadari, sebuah ide hanyalah merupakan suatu ide, Ide akan berhasil jika Anda berani merealisasikannya, buanglah ketakutan dan kata gagal dari dalam diri anda. Anda harus selalu ingat, jika anda mengalami kegagalan, katakan dengan keras, ”Saya hanya sedang melakukan pembelajaran yang sangat luar biasa berharganya bagi diri saya sendiri”, Jangan putus asa. Segeralah bangkit dan belajar dari kegagalan.
Dalam bukunya, Robert T. Kiyosaki menjawab pertanyaan berikut, ”Kenapa Anda tetap menganjurkan orang untuk menjadi usahawan, padahal catatan statistik yang berhasil hanya sekitar 10% ?” Lalu ia menjawab, ”Saya percaya dengan statistik di bawah 10%, maka untuk sukses usaha, Anda harus siap untuk setidaknya berpeluang 9 kali gagal sebelum mungkin mendapatkan 1 keberhasilan”. Itu bukan ’gagal’, melainkan ’belum berhasil’ dan menurut Abraham Lincoln ”Itu Cuma terpeleset dan aku bukan jatuh”.
Kesimpulan
Dibelahan negara manapun didunia ini terbukti makmur dan sejahtera rakyatnya manakala pemerintah memprioritaskan kewirausahaan sebagai agenda utama dalam pembangunannya, sebagai contoh negara-negara seperti amerika, inggris, jerman, kanada, jepang, korea plus tetangga dekat kita yaitu singapur dan malaysia, menjadi negara maju dan rakyatnya makmur berkat kesungguhannya dalam membangun dan mengembangkan kewirausahaan.
Begitupun  negara kita,  jika ingin keluar dari berbagai masalah terutama masalah kemiskinan dan pengangguran maka solusi yang paling tepat adalah menciptakan banyak entrepreneur sukses. Anda sebagai generasi muda sekaligus sebagai agen pembaharu bangsa ini, tentunya mempunyai tanggungjawab yang besar untuk menentukan nasib bangsa ini kedepan. Mulailah  detik ini rubah mind set anda bahwa sekolah/kuliah yang anda jalani ini bukan hanya semata untuk mencari pekerjaan namun ada pilihan lebih mulia dari pada sekedar bekerja yaitu membuka peluang usaha (berwirausaha), dengan wirausaha selain akan melatih kemandirian dan kebebasan mengexplorasi potensi juga dapat membantu membuka peluang pekerjaan bagi orang lain.
Mulialah detik ini anda action untuk berwirausaha, apapun itu jenis usahanya baik barang maupun jasa, yakinlah pada diri anda sendiri bahwa anda itu mempunyai kelebihan dan potensi yang maha dahsyat yang tersimpan didalam alam bawah sadar anda. Yang harus anda lakukan adalah kenali dan gali potensi anda tersebut, implementasikan dengan membuka usaha apapun itu yang sesuai dengan minat atau bakat anda. Jangan belenggu potensi minat dan bakat anda, mulailah membuka usaha dari hal yang mungkin terlihat kecil dan sepele namun percayalah dengan kesungguhan dan tekad yang kuat anda akan menjadi pengusaha besar, pengusaha sukses, pengusaha yang dapat mengangkat harkat martabat bangsa ini dari berbagai keterpurukan. *Kepala Pusat Persiapan dan Pengembangan Karir BSI (BSI Career Center/BCC).
Daftar Bacaan :
  1. Buku  berjudul “Motivation For Success For An Entrepreneur”, Penerbit : Elex Media Komputindo, Johanes Arifin Wijaya Tahun, 2007
  2. Buku berjudul ”BeYoung (baca : biang) Success detik ini!”, Penerbit : Andi, Heri Kuswara & Johanes arifin Wijaya Tahun 2010
  3. Buku berjudul ”Ngapain kuliah Kalau Nggak Bisa Sukses ?”, Penerbit : Kaifa, Heri Kuswara Tahun 2010
  4. Jurnal Sosial dan Humaniora, "Cakrawala" (ISSN 1411-8629), Vol. VII No.1  Januari 2007  Yang diterbitkan Oleh : LPPM BSI dengan Judul  :"Manajemen Pikiran Bawah Sadar Sbg Solusi Usaha Tanpa Gagal", Penulis Heri Kuswara
Sumber; http://dikti.kemdiknas.go.id

Kreatifitas Sebagai Keterampilan

Cara terbaik untuk menjadi pemikir kreatif adalah bersikap seperti seorang pemikir kreatif. Mari kita lihat bagaimana sikap orang kreatif.
Pemikir kreatif adalah orang yang :
  • Mempertanyakan segalanya
  • Menghasilkan gagasan
  • Mencari apa yang mungkin bekerja lebih baik
  • Mematahkan paradigma
  • Mengambil tindakan

Pemikir kreatif mempertanyakan segalanya
Bagi orang yang kreatif, rasa ingin tahu adalah pandangan hidup. Mereka selalu ingin tahu, berjiwa petualang. Mereka harus mengetahui apa yang menyebabkan segala sesuatu. Ketika masih kecil, mereka mengintip bagian belakang pesawat televisi untuk memeriksa apakah ada orang-orang kecil yang keluar masuk dari belakang. Juga saat kita sedang memasang lemari atau sedang memasak, mereka pasti akan mencoba membantu. Pemikir kreatif hebat dalam mengikuti inovasi teknis dan cara baru berpikir tentang berbagai hal, hanya dengan mengikuti sifat ingin tahu mereka. Kita bisa mengembangkan kemampuan ini dengan berlatih. Mulai dengan membiasakan bertanya mengapa dan bagaimana. Tantanglah semua hal dan semua orang.

Pemikir kreatif menghasilkan gagasan
Cara terbaik untuk mendapatkan gagasan yang hebat adalah dengan menghasilkan banyak gagasan. Semakin banyak gagasan yang kita punyai, semakin hebat pilihan kita. Seorang penemu, Dr. Yoshio Nakamata, pemegang 2300 hak paten, mendorong para pemikir kreatif, “Isilah otak Anda, terus memompa informasi ke dalamnya. Beri otak Anda bahan mentah yang banyak. Lalu, berilah ia kesempatan untuk memasaknya.” Jangan menilai gagasan sewaktu kita mengumpulkannya; masih banyak waktu untuk melakukannya nanti.

Pemikir kreatif mencari apa yang bekerja lebih baik
Pemikir kreatif tidak menerima segala sesuatu apa adanya. Mereka selalu mencari cara untuk memperbaiki keadaan. Konsultan manajemen Fred Pryor mengatakan bahwa orang kreatif melihat apa yang dilihat orang lain, tetapi mereka memikirkan apa yang tidak dipikirkan orang lain. Para pemikir kreatif tidak melihat masalah, mereka melihat tantangan.

Pemikir kreatif mematahkan paradigma
Paradigma memang penting – kita semua membutuhkan serangkaian aturan dan cara untuk membingkai gagasan agar berfungsi di dunia kita. Namun, kita bisa menjadi terlalu bergantung pada kenyamanan paradigma. Para pemikir kreatif tidak takut mencampakkan paradigma lama untuk memberi ruang bagi yang baru. Mereka menjebol batasan yang dipercayai.

Pemikir kreatif mengambil tindakan
Para pemikir kreatif membawa gagasan sampai berhasil. Mereka menggunakan kreatifitas mereka tidak hanya untuk mempertanyakan, mengumpulkan gagasan, dan menciptakan cara-cara baru melakukan berbagai hal, tetapi juga untuk menciptakan sarana mewujudkan gagasan itu. Mereka adalah pekerja. Mereka mengetahui apa yang dibutuhkan pada setiap langkah karena mereka peduli akan sekeliling mereka, akan kecenderungan dan kemungkinan. Mereka adalah pencoba-pasar. Mereka mencari tindakan yang dibutuhkan dalam membawa sebuah rencana pada kenyataan. Tidak semua pekerja itu kreatif, tetapi semua orang kreatif yang sukses adalah pekerja. Tindakan adalah faktor pembeda antara mereka yang hanya bermimpi dan mereka yang berhasil.

Sumber: http://corp.pelangi-tc.com

Cara Untuk Meningkatkan Daya Ingat

Salah satu keterampilan yang diperlukan dalam belajar adalah bagaimana meningkatkan daya ingat. Jika berbicara tentang ingatan, kita harus mengetahui tentang ‘triggers’ atau kita sebut saja dengan pemicu.
Pemicu adalah sesuatu/kualitas seperti warna, tekstur dan intensitas yang bisa kita gunakan untuk melibatkan diri, atau memicu ingatan kita. Gunakan pemicu untuk menekankan aspek ide yang akan bertahan di ingatan kita.

Karena ingatan adalah keterampilan visual, kita akan menemukan banyak pemicu memakai petunjuk gambar atau visual. Mari kita pelajari hal-hal yang paling efektif untuk memicu ingatan:
SENSES/ RASA
EMOTIONS/EMOSI
DIFFERENCES/PERBEDAAN
BEGINNINGS AND ENDS /AWAL DAN AKHIR
Keempat pemicu ingatan ini akan membantu kita menancapkan hal-hal yang ingin kita ingat ke dalam pikiran sehingga bisa diakses dan digunakan kapan pun. Kita akan bisa mengingat lebih banyak jika tahu cara memilah, menyimpan, dan menambahkan ide-ide sehingga dapat meningkatkan cara otakmu menggambarkan, mengasosiasikan, dan memotivasi.

SENSES/RASA
Ingat waktu kita makan permen Pop Rock saat kita kecil? Jika pernah mencoba permen jenis ini, pasti ingat. Sulit melupakan rasa saat Kristal gula manis itu pecah dan bergeletuk di dalam mulutmu, menjadikan lidah berwarna-warni. Tahukah mengapa ingatan ini begitu jelas? Ingatan terkuat terjadi jika kita merangsang dan mengombinasikan indra kita. Pop Rock menyentuh indra kita.
Coba pikirkan ke belakang dan ingat makanan kesukaan kita saat kecil. Pasti kita tak hanya ingat nama atau rasanya. Kita juga ingat keseluruhan pengalaman memakannya, terutama pemandangan, suara dan perasaan yang melekat saat kita memakannya. Misalnya, meski tak ingat rasanya, kita pasti ingat bagaimana bentuk susu cokelat dan juga suaranya saat kamu menghisap lewat sedotan melingkar. Ini terjadi karena penglihatan adalah indra yang sangat kuat untuk mengingat, diikuti suara dan gerakan. Ingat, mari bekerjasama dengan otak dan lakukan apa yang bisa dilakukan. Gabungkan kekuatan penglihatan, suara, dan gerakan untuk mengumpulkan lebih banyak informasi apa yang ingin kita ingat.

EMOTIONS /EMOSI [Berikan sentuhan personal]
Ingatan yang dipenuhi dengan cinta, kebahagiaan, atau duka lebih mudah diingat. Misalnya, pikirkan tentang hubungan yang dipenuhi emosi. Kenangan paling jelasmu muncul pada masa terindah maupun terburuk karena hubungan emosinya. Kita bisa memicu ingatan dengan memanfaatkan jangkar emosi.

DIFFERENCES / PERBEDAAN [Faktor Aneh]
Lebih mudah mengingat sesuatu yang tidak sesuai dengan norma karena otak kita lebih mudah mengenali perbedaan daripada kesamaan. Jadi, gunakan ‘faktor aneh’ untuk meningkatkan ingatan. Ide-ide yang berlebihan, penglihatan, suara atau gerakan akan membuat hal yang berusaha kita ingat menjadi lebih unik. Misalnya;
Penglihatan Imajinatif : Bayangkan lalat yang sangat besar, seekor gajah yang sangat kecil, jerapah berwarna merah muda dengan loreng.
Suara yang tak masuk akal : Gunakan suara Donal Bebek
Gerakan berlebihan : Ungkapkan ide melalui permainan tebak-tebakkan.

BEGINNING AND ENDS / AWAL DAN AKHIR [Memakai pertama dan terakhir]
Pernahkah memperhatikan bahwa lebih mudah mengingat awal dan akhir film yang kita sukai? Atau orang pertama dan terakhir yang kita temui di sebuah pertemuan? Hal ini disebabkan karena otak kita secara alami mengingat hal-hal yang datang pertama dan terakhir. Manfaatkan kecenderungan ini dengan mencacah informasi menjadi bagian-bagian kecil untuk menciptakan lebih banyak pertama dan terakhir.

Kini setelah tahu keempat pemicu ingatan, apakah sudah siap untuk mempraktekkannya?

Sumber: Quantum Memorizer

Memaafkan Membuat Kita Bahagia

Kita semua menyadari bahwa memaafkan orang lain adalah sesuatu perbuatan yang baik dan kita sepakat bahwa memaafkan itu ‘suci’ atau ‘spiritual’. Tetapi ada alasan yang lebih mendasar untuk memaafkan orang lain: jika kita tidak memaafkan mereka, maka kita yang akan menderita.

Jika kita menolak memaafkan orang lain, atasan, teman, saudara, sahabat, atau guru, batin kita akan menderita. Dan itu merusak hidup kita. Ikuti tips manjur ini saat sedang marah terhadap seseorang, tutup mata dan rasakan perasaan kita. Rasakan tubuh kita. Apa rasanya? Membuat seseorang bersalah menyebabkan kita sengsara!
Orang sengsara menyimpan daftar kebencian di kepalanya…”Dia membuatku sedih, dia membicarakanku di belakang, dia berbohong… “ Mereka terus mengingatnya untuk memastikan bahwa tidak ada yang kurang. Bahkan terus menambahkan daftarnya.
Orang yang bahagia mempunyai hal yang lebih baik untuk dilakukan.
Untuk memaafkan orang lain, kita tidak harus setuju dengan apa yang mereka katakan atau lakukan. Kita hanya perlu mengatakan hidup kita terus berjalan. Kadang kita berkata, “Aku akan memaafkan tetapi aku tidak akan melupakan.” Itu berarti “Aku akan melepaskannya untuk sementara waktu, tetapi aku ingin mengingatkan kamu tentang hal itu dari waktu ke waktu.” Padahal memaafkan adalah membiarkan suatu hal pergi.
Sebuah studi menegaskan bahwa permusuhan dan kebencian merusak system kekebalan kita dan meningkatkan resiko terkena serangan jantung, kanker dan semua jenis penyakit. Kebencian membuat kita sakit!
Ketika kita berbicara tentang pengampunan, langkah pertama agar hidup kita berjalan baik adalah memaafkan orangtua kita. Kita yakin bahwa seperti halnya dengan kita, mereka tidak sempurna. Tetapi Ibu dan Ayah mempunyai banyak hal yang dikhawatirkan selain membesarkan kita. Dan mereka tidak mempunyai buku konseling dan psikologi popular saat mereka tumbuh dewasa.
Apapun kesalahan mereka, itu masa lalu. Apakah memaafkan itu mudah? Biasanya tidak. Tetapi ingat! Bahwa kita memaafkan orang lain bukan untuk mereka, kita melakukannya untuk diri kita sendiri. PS
Sumber: http://corp.pelangi-tc.com

Mendisiplinkan Anak or Abuse Your Child?

Child abuse atau penyiksaan terhadap anak sering kita dengar. Banyak sekali berita di media cetak maupun elektronik yang memuat laporan-laporan mengenai penyiksaan anak. Biasanya terjadi di lingkungan yang paling dekat dengan anak, misalnya di rumah, lingkungan tempat tinggal, maupun sekolah.
Yang termasuk dalam kategori child abuse adalah kekerasan fisik, seksual, dan psikologis. Kekerasan fisik yang dimaksud antara lain meninju, memukul, menendang, mendorong, menampar, menjewer, mencekik, bahkan mengguncang badan anak. Kekerasan seksual adalah bentuk pelecehan seksual, dimana orangtua atau orang yang lebih dewasa memaksa anak untuk mendapatkan rangsangan seksual. Bentuk kekerasan seksual termasuk meminta atau memaksa seorang anak untuk melakukan aktivitas seksual, mempertunjukkan secara berlebihan alat kelamin kepada seorang anak, dan melakukan kontak seksual dengan anak.
Dari semua kemungkinan bentuk kekerasan pada anak, kekerasan psikologis merupakan kekerasan yang paling sulit untuk didefinisikan. Macam-macam kekerasan psikologis antara lain memberikan julukan yang negatif pada anak, mengejek, merusak barang, tuntutan yang tidak pantas atau berlebihan, dan pelabelan atau penghinaan yang selalu dilakukan.
Kekerasan psikologis dapat mengakibatkan gangguan pada kemampuan anak bersosialisasi. Selain itu, anak cenderung menyalahkan diri sendiri atas terjadinya kekerasan tersebut dan memperlihatkan tingkah laku pasif.
Kasus child abuse yang terjadi di Indonesia justru kebanyakan dilakukan oleh orangtua. Biasanya mereka melakukan kekerasan kepada anak dengan dalih berusaha mendisiplinkan anak. Mereka lupa bahwa anak tidak akan menjadi lebih disiplin dengan kekerasan yang mereka lakukan, sebab kekerasan malah hanya akan memperburuk perilaku anak.

“We’re not superior to our child just because we are THE PARENT.

We are just OLDER.”

Kutipan di atas mungkin dapat mengingatkan kita bahwa sebagai orangtua, kita tidak memiliki kekuasaan absolut pada anak-anak, termasuk pikiran-pikiran bahwa orangtua selalu benar. Kewajiban orangtua yang paling utama adalah memenuhi kebutuhan dan mendidik anak-anaknya.
Bagaimana cara terbaik mendidik seorang anak? Caranya adalah dengan menjadi contoh. Jika kita ingin anak kita belajar untuk menghormati orang lain, cara terbaiknya adalah dengan melihat bagaimana orangtuanya menghormati orang lain dan merasakan bagaimana orangtuanya menghormati dirinya.
Lalu, bagaimana sebenarnya cara mendisiplinkan anak yang tepat? Disiplinkan anak dengan rasa cinta. Selalu berikan pengertian dan penjelasan kepada anak setiap kali kita mendisiplinkan atau memberikan hukuman, utarakan dengan jelas apa penyebab ia merasa perlu didisiplinkan, apa yang seharusnya dilakukan, dan yang paling penting, lakukanlah dengan rasa sayang. Seorang anak harus mengetahui bahwa orangtuanya menghukum dirinya bukan karena ia dibenci, tetapi karena orangtuanya menyayanginya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat mendisiplinkan anak:
  • Tetap tenang dan tidak terbawa emosi ketika anak mulai bertingkah.
  • Hindari berteriak dan menjerit kepada anak, karena hal ini dapat mengajarkan kepada anak bahwa tidak apa-apa untuk kehilangan kontrol jika ia tidak mendapatkan apa yang diinginkan.
  • Hindari terlalu banyak kritik. Pastikan bahwa yang tidak kita sukai adalah kenakalannya, bukan karena tidak menyayangi dirinya.
  • Jangan fokus kepada tingkah laku negatif anak sepanjang waktu.
  • Hindari hukuman fisik. Hukuman fisik terbukti tidak efektif untuk mengatasi perilaku yang negatif. Hukuman fisik hanya akan membuat anak menjadi lebih agresif dan marah.
  • Ingatlah untuk selalu memberikan penghargaan dan pujian jika anak berperilaku baik
Sumber : http://edu.pelangi-tc.com

5 Hal yang Bikin Kita Menjadi Pelupa

Sering lupa di mana menyimpan kunci mobil? Atau lupa sudah membuat janji dengan seseorang? Ya, penyakit lupa memang sulit dihindari. Namun, bukan berarti hal itu tidak bisa diatasi.

Hasil dari sebuah riset di Inggris yang dilakukan oleh National-Lottery.co.uk menunjukkan bahwa sebagian besar orang dewasa melupakan setidaknya tiga hal ketika mereka berbelanja ke supermarket. Pertama, mereka lupa harus berbelanja apa. Kedua, lupa meninggalkan makanan atau minuman mereka hingga dingin. Terakhir, lupa meletakkan kunci rumah atau mobil mereka.
Penyakit lupa yang sering diderita ini memang awalnya muncul dari hal-hal kecil. Hal kecil itu kemudian dibiarkan karena dianggap sepele. Padahal, jika dibiarkan berlanjut, maka bukan tidak mungkin, memori otak kita semakin melemah.

Menurut dr Hermawan Suryadi, SpS, dokter spesialis saraf, mengingat sesuatu memang bagian dari tugas memori otak. Lupa, tambahnya, sering terjadi karena otak tidak bisa menyimpan semua data. "Kalau ada hal-hal yang tidak diberi perhatian khusus atau dianggap tidak penting, maka otak tidak akan menyimpan dan merekam. Itu sebabnya kita lupa," urai dr Hermawan.

Secara teori, menurut dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Mitra Kemayoran ini, memori otak sebenarnya bisa dipakai hingga usia 80 tahun. Namun, kemampuannya akan menurun seiring pertambahan usia dan penurunan fungsi bagian tubuh yang lain.
Namun, bukan tidak mungkin, penurunan memori otak sudah terjadi di usia produktif, pada orang berusia muda. Penyakit lupa di usia muda salah satunya disebabkan gaya hidup yang tidak sehat. Niatnya menjaga dan merawat otak, gaya hidup kita seringkali malah merusaknya. Berikut adalah gaya hidup yang sering kita lakukan dan dapat merusak atau menurunkan fungsi otak.
Makan sembarangan. Kesibukan dan tuntutan pekerjaan terkadang membuat orang sering tidak memerhatikan apa yang masuk ke dalam tubuhnya melalui makanan. Menurut dr Hermawan, semua itu membentuk gaya hidup "asal kenyang" dan "asal enak" sehingga banyak yang tidak memedulikan asupan gizi yang dibutuhkan tubuh. Kecenderungannya, mereka memilih makanan instan yang banyak menggunakan zat kimia berbahaya, makanan cepat saji, atau makanan-makanan dengan kandungan lemak, gula, dan garam yang tinggi. Makanan-makanan tersebut berbahaya karena dapat memicu penyakit seperti stroke, yang akhirnya berdampak langsung pada otak.

Rokok dan racun. Tidak hanya menyebabkan penyakit-penyakit kronis untuk tubuh, seperti kanker atau stroke, rokok dan racun-racun lain seperti narkoba dapat merusak sel-sel dan menghambat regenerasi sel, termasuk sel-sel otak manusia. Hal itu akan memicu penuaan dini. Salah satu ciri penuaan dini yang terjadi adalah menurunnya daya ingat.

Kurang tidur. Pekerjaan atau tawaran hiburan terkadang membuat kita lupa waktu dan lupa istirahat, termasuk lupa tidur. Menurut dr Hermawan, setidaknya sepertiga waktu manusia digunakan untuk beristirahat. Artinya, kita seharusnya memiliki waktu tidur sekitar delapan jam dalam sehari. Saat tidur itulah tubuh beristirahat dan melakukan normalisasi, termasuk otak. Akan tetapi, tak hanya jatah tidur yang diperhatikan, kualitas tidur pun harus sangat dijaga. Tidur yang berkualitas adalah tidur yang tanpa dengkuran. Dengkuran dapat memicu penyakit lain, seperti jantung atau stroke, lho. Selain itu, mendengkur, menurut dr Hermawan, dapat menyebabkan pikun.

Stres. Stres akan memicu ketegangan di otak dan membuat energi otak habis. Itu sebabnya pada orang stres sering kali muncul istilah pikiran buntu atau mampet. Seseorang yang mengalami stres biasanya tidak dapat berpikir jernih atau normal karena otaknya kewalahan dan kehabisan energi, termasuk saat harus mengingat atau mencari informasi di otak. Stres yang berlebihan juga dapat memacu pelepasan hormon kortisol yang akan mengganggu ingatan.

Malas. Banyak orang yang bekerja hingga kelelahan sehingga malas berinteraksi dengan orang lain dan malas berolahraga. Padahal, interaksi dengan orang lain membuat otak kita terasah. Sering kali dalam mengobrol, ingatan lama dipanggil kembali sehingga memori otak terlatih. Selain menjaga kebugaran tubuh, olahraga tentu saja juga dapat menjaga kebugaran otak karena saat berolahraga, biasanya kita akan rileks dan otak menjadi tidak tegang. Berolahraga juga memungkinkan kita menjalin komunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.