Kita semua menyadari bahwa
memaafkan orang lain adalah sesuatu perbuatan yang baik dan kita sepakat
bahwa memaafkan itu ‘suci’ atau ‘spiritual’. Tetapi ada alasan yang
lebih mendasar untuk memaafkan orang lain: jika kita tidak memaafkan
mereka, maka kita yang akan menderita.
Jika kita menolak memaafkan orang lain,
atasan, teman, saudara, sahabat, atau guru, batin kita akan menderita.
Dan itu merusak hidup kita. Ikuti tips manjur ini saat sedang marah
terhadap seseorang, tutup mata dan rasakan perasaan kita. Rasakan tubuh
kita. Apa rasanya? Membuat seseorang bersalah menyebabkan kita
sengsara!
Orang sengsara menyimpan daftar kebencian di kepalanya…”Dia membuatku
sedih, dia membicarakanku di belakang, dia berbohong… “ Mereka terus
mengingatnya untuk memastikan bahwa tidak ada yang kurang. Bahkan terus
menambahkan daftarnya.
Orang yang bahagia mempunyai hal yang lebih baik untuk dilakukan.
Untuk memaafkan orang lain, kita tidak
harus setuju dengan apa yang mereka katakan atau lakukan. Kita hanya
perlu mengatakan hidup kita terus berjalan. Kadang kita berkata, “Aku
akan memaafkan tetapi aku tidak akan melupakan.” Itu berarti “Aku akan
melepaskannya untuk sementara waktu, tetapi aku ingin mengingatkan kamu
tentang hal itu dari waktu ke waktu.” Padahal memaafkan adalah
membiarkan suatu hal pergi.
Sebuah studi menegaskan bahwa permusuhan
dan kebencian merusak system kekebalan kita dan meningkatkan resiko
terkena serangan jantung, kanker dan semua jenis penyakit. Kebencian
membuat kita sakit!
Ketika kita berbicara tentang
pengampunan, langkah pertama agar hidup kita berjalan baik adalah
memaafkan orangtua kita. Kita yakin bahwa seperti halnya dengan kita,
mereka tidak sempurna. Tetapi Ibu dan Ayah mempunyai banyak hal yang
dikhawatirkan selain membesarkan kita. Dan mereka tidak mempunyai buku
konseling dan psikologi popular saat mereka tumbuh dewasa.
Apapun kesalahan mereka, itu masa lalu.
Apakah memaafkan itu mudah? Biasanya tidak. Tetapi ingat! Bahwa kita
memaafkan orang lain bukan untuk mereka, kita melakukannya untuk diri
kita sendiri. PS
Sumber: http://corp.pelangi-tc.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar