Banyak hal bisa terjadi dalam perjalanan. Bahkan tempat tujuan yang
dianggap paling aman pun tidak menjamin kita terhindar dari bahaya
kriminal atau huru-hara. Bagaimana cara mencegahnya?
Sedikit
melakukan riset dan menilik kembali pengalaman saya, setidaknya ada
beberapa hal yang saya anggap penting untuk memastikan perjalanan saya
aman. Tentu saja, apa pun bisa terjadi walau dengan persiapan yang
maksimal, tetapi setidaknya risiko itu dapat kita kurangi.
Hal
pertama yang saya lakukan adalah mengemas benda-benda berharga di tas
jinjing (carry-on). Saya ingin laptop, kamera, perhiasan, dokumen,
semuanya berada langsung di bawah pengawasan saya.
Saya tak
pernah memasukkan benda berharga ke bagasi ketika check-in karena selain
berisiko dicuri, penanganan bagasi pesawat sering kali kasar dan asal
banting. Tentunya kita tak ingin benda berharga kita rusak, kan?
Setelah
mengemasnya dengan rapi, saya juga memastikan tas saya kuat dan tahan
lama. Artinya tidak mudah sobek, tidak mudah disobek atau dipotong namun
tetap ringan, serta terutama bagian retsleting tidak mudah terbuka.
Untuk
mengunci tas/koper yang masuk bagasi pesawat, saya pastikan menggunakan
gembok berstandar internasional, terutama standar TSA (Transportation
Security Administration) di Amerika Serikat. Gembok ini selain lebih
kuat, juga menggunakan kunci yang masternya dimiliki oleh
petugas-petugas TSA.
Jadi ketika mereka melakukan inspeksi acak, mereka dapat membuka tas saya tanpa harus menghancurkan gemboknya.
Saya
juga tidak lupa menyediakan obat-obatan dan pertolongan pertama dalam
tas jinjing yang saya bawa di kabin. Jika terjadi apa-apa selama bagasi
kita belum di tangan, maka kita bisa langsung mengambil pertolongan yang
diperlukan (misalnya plester atau obat). Pastikan juga obat-obatan cair
isinya di bawah 100 ml agar tidak dibuang oleh petugas keamanan.
Soal sabuk uang (money belt),
tidak semua orang nyaman. Namun, jika ada memang harus melalui daerah
yang sangat rawan, tidak ada salahnya membelinya. Sabuk uang
dilingkarkan di pinggang atau perut di bawah pakaian sehingga tidak
terlihat dari luar. Ini bisa pula jadi tempat membawa paspor (jika harus
dibawa bepergian, bila tidak lebih baik titipkan paspor di hotel).
Jika
tidak memilikinya, kita bisa membawa tas jinjing kecil yang dapat
diakses di depan tubuh. Selalu letakkan tas jinjing di jangkauan
pandangan agar tidak kecopetan. Ekstra hati-hati ketika tidur di moda
transportasi, seperti perjalanan malam hari di kereta api, misalnya.
Sebelum
berangkat, saya menyimpan nomor-nomor penting seperti kedutaan besar,
polisi, pemadam kebakaran, maskapai penerbangan, dokter, hotline
asuransi, kontak keluarga dan lain-lain dalam sebuah kartu yang bisa
dengan mudah diselipkan di dompet atau tas.
Sebagai bagian dari
riset perjalanan, saya mempelajari setiap daerah yang akan dikunjungi,
dan membaca sedikit sejarah atau situasinya. Misalnya, dalam satu kota
pasti ada daerah yang kurang aman. Hindarilah. Ketahui lokasi rumah
sakit, polisi dan kedutaan atau konsulat.
Saya senang dengan perjalanan yang spontan, namun dalam spontanitas itu tetap perlu ada kesiapan informasi, kan?
Bagi
yang membawa anak-anak kecil atau orang tua dan lanjut usia, saya
sarankan pastikan mereka dalam pengawasan kita. Jika perlu bekali mereka
dengan tas kecil yang berisi informasi kontak penting. Ide bagus juga
untuk membekali mereka dengan telepon seluler jika usia anak sudah
cocok.
Berikan mereka pengertian untuk tidak menerima pemberian dan ajakan orang asing yang tak dikenal.
Terakhir,
jangan lupa untuk menyimpan fotokopi seluruh dokumen, baik dalam format
fisik maupun file di Google Docs, USB flashdisk atau CD/DVD.
Semoga pengalaman pribadi saya berguna bagi Anda. Selamat jalan-jalan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar